Padanya Kutitip Rindu

Padanya Kutitip Rindu
Padanya kutitipkan rindu bukan berharap sampai dan tak pula menginginkan kau tahu.
Hanya agar ia tersimpan sebagai kenangan.
Dan bila suatu saat kita hendak bernostalgia, datanglah dan temui dia yang bersedia menjaga rindu itu hingga tak pernah punah diterpa Iselle dan Julion sekalipun.

Jangan menertawakannya, karena padanya kupercayakan seluruh rahasia kita.
Setiap lembar-lembar rekaman jejak langkah pada episode-episode kehidupan yang tak ingin ku ingat namun juga tak akan ku lupa.
Aku sangat yakin ia akan menjaganya, seyakin rasa yang dimiliki Laila pada Raja hingga bersedia membunuh suaminya.

Silahkan saja jika ingin memandangnya sebelah mata.
Meski demikian, telah ku ceritakan semua janji-janji yang pernah terucap diantara kita.
Janji yang apabila terdengar mampu menggelorakan semangat Sangkuriang yang ingin menikahi Ibunya sendiri hingga Tangkuban Perahu tegak berdiri.

Dan, tolong jangan pernah membencinya.
Karena ada mimpi-mimpi kita dalam untaian do’a-do’a harapan yang ia lantunkan di malam kudus.
Harapannya bagai permintaan seorang ibu yang selalu dikabulkan Tuhan.
Lalu, menurut mu masihkah ia tidak berarti?

Sayangnya, menurutku ia laksana Alamut yang berdiri kokoh di puncak Alborz.
Bagiku, ia bahkan lebih kuat daripada Tarbela menahan ombak di lautan lepas.
Dan, Untukku, ia lebih berharga dari Sunrise Ruby serta The Sancy yang begitu memukau.
Karena tempat itu adalah hati, dimana segala rasa bermula dan segala cerita bermuara.
Anugerah termegah dari Ilahi, hadiah terindah untuk melindungi bumi.


Previous
Next Post »