Kuliah Singkat Fiqh Mu'amalah: Mudharabah Atau Qiradh

Kuliah Singkat Fiqh Mu'amalah: Mudharabah Atau Qiradh
Hari ini tiba-tiba ntah ada angin apa, saya ingin menuliskan sesuatu yang sesuai dengan bidang keilmuan saya. Yach, rasa-rasanya tak ada salahnya mencoba berbagi yang memang kita pelajari bukan? Semoga saja ini bisa bermanfaat, terutama untuk saya karena yang akan saya tuliskan ini adalah materi untuk saya share dengan teman-teman mahasiswa siang nanti.

Topik nya adalah Mudharabah atau bahasa lainnya adalah Qiradh. Kedua kata ini memiliki makna yang sama, yaitu potongan. Yang dimaksud potongan disini adalah si pemilik modal memberikan potongan (sebahagian) hartanya untuk diusahakan oleh si pengusaha, kemudian si pengusaha memberikan potongan (sebahagian) keuntungan yang diperolehnya dari mengusahakan harta tersebut untuk diberikan kepada si pemilik modal.

Secara istilah Mudharabah/Qiradh merupakan sebuah akad kerjasama antara dua pihak dalam bentuk kongsi dagang (Syirkah) dimana salah satu pihak memberikan dana sebagai modal kepada pihak lainnya untuk dikelola yang keuntungan dari usaha tersebut akan dibagikan sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian.

Sebagai landasan hukum mudharabah ini disandarkan kepada beberapa ayat Al-Qur’an mengenai perniagaan seperti Qs. Al-Baqarah: 198, al-Muzammil: 20 dan lain sebagainya. Kemudian, sandaran hukum lainnya disandarkan pada sebuah hadits Rasulullah saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, “Tiga perkara yang mengandung berkah adalah jual beli yang ditangguhkan, melakukan qiradh (memberi modal kepada orang lain) dan yang mencampurkan gandum dengan jelas untuk keluarga, bukan untuk diperjual belikan

Selanjutnya dalam perjalanannya mudharabah terbagi menjadi 2 macam;

1.      Mudharabah Muthlaqah, yaitu pemilik modal (Shahibul Maal) memberikan kekuasaan penuh untuk menentukan jenis usaha yang ingin dikerjakan oleh si pengusaha (Mudharib).
2.      Mudharabah Muqayyadah, si pemilik modal menentukan dan memberikan sejumlah syarat tertentu kepada si Mudharib dalam hal jenis usaha yang akan dikelola.

Saat ini di zaman modern, praktek mudharabah ini sudah banyak diaplikasikan dalam pembiayaan-pembiayaan pada perbankan syari’ah. Oleh karenanya, sejumlah bank-bank sejenis BPR (Bank Perkreditan Rakyat) lebih lazim disebut sebagai Baitul Qiradh apabila dijalankan atas dasar akad-akad mu’amalah Islam, terutama akad mudharabah ini.


Demikianlah secuil dan sekilas pembahasan kita yang sedikit ilmiah. Maklumlah, sejauh apapun kita berjalan atau berlari, toh pada akhirnya kita tetap harus pulang atau back home atau back to nature mungkin bahasa kerennya. Begitu pula dalam hal ini, sebanyak dan sebagus apapun kita telah merangkai kata-kata, toch pada akhirnya sekali-kali kita tetap harus menulis sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. 
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
Aan Hermawan
AUTHOR
August 15, 2016 at 8:57 PM delete

yuk bagi kamu yang baru lulus sma/smk yang mau ngelanjutkan kuliah dengan singkat jangan hawatir politekik pajajaran menyediakan kuliah singkat 2 tahun siap kerja info http://politeknikpajajaran.ac.id/

Reply
avatar