Laut Merah Akan Kembali Terbelah

Janji untuk datang sangat mudah kau lupakan. Lalu bagaimana dengan sumpah setia?
Ah sudahlah..,, terlalu banyak cerita jika aku bersikukuh dalam sebuah ingatan.
Perjalanan waktu bersama tiupan angin musim semi dan guyuran salju musim dingin ternyata tak juga membuat memori tentang mu membeku.
Oh ya, apakah harus kutunggu musim gugur? Membiarkan ia luruh serupa dedaunan yang tak mampu bertahan tetap ditempatnya. Atau..., sengaja meluruh agar yang lain punya kesempatan untuk tumbuh?

Sejenak aku mematung diantara sphink yang tlah diam sejak ribuan tahun lalu. Tak jauh dari sini aku mendengar riak sungai nil yang pernah menghanyutkan Musa hingga sampai ke tangan Fir’aun. Belajar pada Ibu Musa, terkadang harus ikhlas membuang untuk tak menyerah pada kematian. Bayangkan saja, jika sang Ibu menyerah, maka tak pernah ada sejarah laut merah terbelah.

Setelahnya, Ibrahim pun melakukan hal yang sama. Membiarkan Hajar dan Ismail terasing hanya berdua. Berlari kecil antara safa dan marwah hingga kemudian sumur zamzam menjadi mata air yang tak pernah kering dari masa ke masa.

Masih dalam diam, aku terus saja menerawang. Mancari dan mengumpulkan begitu banyak alasan untuk sebuah keputusan yang harus kuambil. Selembar foto yang sejak tadi ke pegang, kembali ku tatap dalam-dalam. Ada sesuatu di sana seperti magnet yang menarik airmataku untuk keluar. Tetapi, tenang saja, aku berjanji ini airmata terakhir untuk sebuah janji.

Sebentar lagi akan kuhanyutkan lembaran tentang mu di sungai nil karena aku tak ingin menyerah pada bayang masa lalu dan berhadapan dengan kematian masa depan.
Dan...,, aku juga tak ingin tetap bertahan di ranting yang mulai mengering, karena ku tahu ada harapan baru yang ingin segera tumbuh, harapan yang serupa dengan mata air yang tak akan pernah mengering meski empat musim datang silih berganti.


Musim semi akan segera hadir, laut merah akan kembali terbelah dan antara safa dan marwah mata air itu tetap siap membasahi bumi, menghilangkan dahaga setiap manusia yang datang karena cinta.
Previous
Next Post »