Kopi: Aku Tak Peduli

Kopi: Aku Tak Peduli
Masih tentang kopi. Kalian mungkin sudah bosan mendengarnya.
Itu lagi itu lagi..., tapi, apa dayaku jika hanya dengan ini mampu kutepis sedikit rindu yang telah melumutkan hati.
apabila memang ini membuat kalian marah, maka marah sajalah.
Jika pun ini tak lagi kalian baca, maka biarkan saja.
Aku enggan untuk peduli, karena seluruh waktuku telah disita hanya dalam lingkup dia dan kopi.
Sejarak bibir kecupan terakhir dengan gelas yang tak pernah dicuci.

Kali ini, masih tentang kopi.
Hangatnya mengantarkan aroma cinta bersama kepulan asap yang kuprediksi sebentar lagi akan menjadi mendung.
Namun, apakah aku peduli? Jika pun hujan harus turun untuk mencumbui bumi, biarkan saja lah karena telah kupersiapkan diri untuk itu semua.

Cemburuku sudah tidak adalagi, sirna kau bawa pergi.
Previous
Next Post »