Perkenalan Kita Unik Ya...

Perkenalan Kita Unik Ya...
Aku mengenalmu ketika pertama kali kau menjejakkan kakimu di kotaku. Kota yang telah dengan sukacita menerimamu menjadi salah seorang penduduknya karena kamu telah mampu mengalahkan ribuan pesaing lainnya untuk menjadi salah seorang kuli pemerintah di kota ini. kota kecil, jauh dari hiruk pikuk ibukota. Kota tercinta yang selalu ku banggakan.

Awalnya kamu tersenyum menyapa, lalu sedetik kemudian memperlihatkan namamu yang tercetak di surat kabar ternama di daerah kita sembari bertanya padaku, “siapa namamu?” sambil membuka lembaran koran tersebut mencari namaku.

Perkenalan yang unik. Kita hanya saling memperlihatkan nama masing-masing di surat kabar. Dua jam perjalanan di atas ferry menuju kotaku tak terasa lama karena kuisi dengan mendengarkan leluconmu tentang nama pemberian orang tua mu yang terkadang membuatmu selalu dianggap perempuan ketika guru memanggil namamu berdasarkan absensi di ruang kelas.

Hari itu, kita akhiri pertemuan pertama itu dengan tukaran nomor handphone (hape), karena belum ada facebook apalagi bbm. Kota kecilku adalah pengalaman baru bagimu. Kau seorang diri disini, maka keesokan harinya kuputuskan menghubungimu untuk mengajakmu bersama mengurus segala sesuatu terkait pekerjaan baru kita di kota ini.

Maka, dengan menggunakan motorku kita telusuri tempat-tempat penting bagi kita dan sejumlah calon PNS yang lain berdua. Dengan bermodalkan orang tuaku yang sudah cukup dikenal di kota ini maka semua urusan kita seakan begitu mudah. Kita tak perlu mengantri ketika yang lainnya berdesakan berjam-jam. Alhamdulillah semua selesai hanya dalam satu hari saja. Hujan gerimis seakan mendukung kedekatan kita kala itu. Seharian bersamamu membuat aku sedikit mengerti betapa santun tingkah lakumu.

Waktu berjalan, tak terasa persahabatan kita sudah berjalan setahun. Banyak cerita yang kita ukir bersama. Kamu juga sudah tak asing lagi di keluargaku. Tutur kata dan tingkah lakumu menjadikan dirimu sempurna di mata kedua orang tuaku.

Makan siang kita sering diisi dengan nge-bakso berdua, Masih ingat? lucu ya, meski tempat kerja kita berjauhan tapi kamu tak pernah melewatkan hari tanpa mengajakku makan  siang bersama meski terkadang aku tak dapat memenuhi ajakanmu.

Kamu begitu sabar menghadapiku. Sikap kekanak-kanakanku yang memang saat itu masih berusia 19 tahun mampu kau imbangi dengan kebijaksanaanmu yang begitu elegan. Bahkan, aku pernah memintamu mengantarkan jagung bakar untukku dengan berjalan kaki. Tentu kamu mungkin tak pernah melupakan ini. hehehe..,, maafkan aku ya...

Kamu terlihat begitu dewasa ketika menenteng sandalku di pantai, karena aku sibuk mandi laut dengan teman-temanku. Menungguiku sambil tersenyum, tanpa sekalipun kudengar kamu mengeluh. Dan, satu hal yang tak pernah terlupa ketika malam itu kita keluar untuk dinner bersama dan aku masih tak pernah menanggalkan jeans kesayanganku. Katamu saat itu, aku lebih cantik jika pakai rok saja. hihihi...

Meski pada akhirnya aku memutuskan untuk menolak cintamu, tetapi bukan berarti aku telah melupakan semua cerita indah bersamamu. Aku mengagumimu, aku menghormatimu dan aku juga menyayangimu tetapi hanya sebagai kakakku. Maafkanlah... sungguh, saat itu kedua orang tuaku, menyesalkan keputusan yang ku ambil, karena menurut mereka kau istimewa.

Jika pada akhirnya aku menikah hanya beberapa bulan setelah kau menyatakan cinta, itu bukan semata untuk menghindarimu tetapi itulah takdir dari-Nya Sang Pemilik hati dan Penentu Jodoh. Mana bisa kau berkelit, jika Tuhan sudah memutuskan.

Aku sangat memahami dan mengerti hatimu ketika kau putuskan untuk tidak hadir pada hari pernikahanku. Kita dapat menjadi sahabat hingga kini saja sudah menjadi anugerah yang luar biasa buatku. Sekali lagi, ku pinta; Maafkanlah aku. Semoga kini kamu juga bahagia setelah menemukan seseorang yang mencintaimu seutuhnya.

Oh ya, bagaimana kabar kedua orang tuamu? Kue buatan ibumu apakah masih seenak dulu? Sampaikan salam takzimku untuk mereka dan juga untuk dia yang kini menjadi pendampingmu. Semoga ukhuwah diantara kita tetap terjaga...


Previous
Next Post »