Karena Aku Bahagia Disini

Aku bahagia disini, diantara kata yang teruntai menjadi kalimat yang begitu memikat.
Laksana sang putri yang sedang bersenandung lirik alam dibawah terang rembulan.
Aku bahagia disini, di dalam belantara kata yang penuh dengan harimau buas yang siap menerkam jika aku lengah sedikit saja.
Namun, jika aku peka, maka disinilah rumpun melati dapat tumbuh tanpa diusik.
Rumpun mawar menebar harum tanpa perlu dicium.

Aku bahagia disini, diantara pinus-pinus aksara yang menjulang tinggi, diantara rerumputan liar yang ingin segera kutakluki.
Karena bagiku, hutan ini adalah jiwa yang kutemukan dan kulihat dalam mimpi dengan mata terbuka.
Aku bahagia disini, seperti pena yang menemukan lembaran kertas kosong tanpa tulisan.
Aku bahagia disini, laksana busur yang tertancap tepat pada sasarannya, dan sekali lagi ku katakan, aku bahagia disini, seperti kafilah perang yang menemukan oase di padang gersang.

Lalu, dengan semua kebahagiaan ini, haruskah aku kembali kesana?
Ke tempat dimana hasrat selalu menjadi alat untuk melegalkan niat jahat.
Haruskah aku kembali kesana?
Ke ruang dimana uang menjadi raja.
Istana yang hanya menjadikan lidah dan mimik wajah sebagai lencana serta retorika sebagai senjata.

Tidak.., sekali lagi tidak...

Tempatku disini, diantara denting pena dan lembaran usang beradu pandang.
Tempatku disini, bersama lagu yang kunyanyikan dengan segenap rindu.
Tempatku disini, melangkah dipandu oleh kitab tua yang menunjukkan arah.

Aku tak ingin kembali, aku tak ingin pulang
Karena disana tak kutemukan Dia dalam sujud syahdu.
Disana tak kudapatkan peluang menebar kasih yang kian meradang,
Dan disana, aku sendiri, berjibaku dengan ritme dunia yang tak kupahami
Untuk siapa, untuk apa, dan apa yang akan kubawa pergi?

Kumohon sekali saja, tahan aku disini
Biarkan aku disini dan jangan pernah memberiku jalan kembali.
Karena aku bahagia disini...


Previous
Next Post »