Intan dan Arang

Intan dan arang terbentuk dari unsur yang sama yaitu carbon. Lalu mengapa hasilnya jadi berbeda? Intan kuat dan sulit hancur, arang rapuh dan gampang lebur. Intan indah berkilau, sementara arang hitam legam tanpa pesona. Intan dan arang terbentuk dari bahan dasar yang sama. Lagi.., lagi bagaimana bisa kedua benda yang dihasilkan dari bahan sama bisa berbanding terbalik seperti itu?

Ternyata jawabannya adalah karena proses pembentuknya yang berbeda. Dari bahan dasar karbon menuju intan dibutuhkan proses yang tidak mudah dan lama. Carbon ditempa dengan panas yang luar biasa, lalu dipukul dengan keras untuk mencari yang terkeras yang tidak gampang hancur. Perjalanan carbon untuk menjadi intan bernilai sungguh panjang dengan tahapan-tahapan berat dan keras. Sementara itu, karbon yang menjadi arang tidak butuh proses lama dan panjang. Tidak ribet dan tidak adanya tahapan yang berat.

Ternyata yang membedakan keduanya adalah proses yang dijalani. Begitu pula kehidupan manusia. Allah menjadikan manusia dari bahan dasar yang sama tanpa pebedaan sedikitpun. Kita, manusia dijadikan Allah dalam bentuk “Achsani Taqwim” yaitu sebaik-baiknya bentuk dengan kelebihan akal dan pikiran dibanding makhluk lainnya.

Lalu, mengapa ada yang sukses dan ada yang tidak? Nach ini dia, hasil akhir didapat melalui proses. Seperti halnya intan dan arang yang menjalani prosesnya masing-masing. Manusia pun demikian. Oleh karenanya, jika kita ingin menjadi intan maka harus siap dan kuat menghadapi proses panjang dan melelahkan. Namun jika tidak, maka bersiaplah untuk menjadi arang.

Pilihan ada ditangan kita masing-masing. Mau jadi intan indah bernilai tinggi atau arang yang tak berharga sama sekali??? Siapa kita 10 tahun lagi bergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Nikmatilah proses...
Previous
Next Post »