Ciri-Ciri Jodoh Terbaik

Seorang kerabat “tergariskan” menjanda di usia muda. Lama menutup diri, kemudian aku mencoba bertanya padanya, “tidakkah kau ingin menikah lagi?”. Sambil tertunduk ia berkata, “Adakah lelaki yang mau menikahi seorang janda sepertiku yang telah memiliki anak?”

Teringat Sabda Sang Panutan Muhammad saw, “seorang perempuan biasanya dinikahi karena empat perkara:

Kekayaan,
Kecantikan,
Keturunan, dan
Agamanya
Maka utamakanlah memilih wanita yang beragama, kamu akan merugi (bila tidak memilihnya) – (HR. Bukhari).

Jadi, bukan karena dia gadis atau janda.

Dan “tanda” jodoh kita itu bukan status janda atau gadis, bukan status perjaka atau duda tetapi sangat sederhana:
3M
Siapa yang paling bisa
Memaklumi,
Memaafkan, dan
Memotivasi
Kita ke arah yang lebih baik, mendorong kita untuk lebih giat beribadah kepada Allah, Insya Allah itulah jodoh terbaik.

Jadilah, carilah dan bukalah hatimu untuk sosok yang tak ingin apapun selain pelukan yang menenangkan dari: Pasangan yang halal.

Yang jiwanya penyabar,
yang tubuhnya penuh tabah, dan
yang selalu mengaminkan do’a-do’amu.

Teringat Rasulullah saw saat ditanya cintanya kepada Khadijah yang berstatus janda: “Cinta itu Allah Karuniakan Kepadaku”.

Jodoh itu tidak harus gadis atau perjaka, kita melihat bagaimana Aisyah ra seorang gadis belia menerima dan memberikan cintanya kepada Rasulullah yang telah menjadi duda ketika menikahinya.

Sekali lagi, jodoh adalah cerminan diri kita dalam sikap bukan pada gadis, janda, jejaka ataupun duda. Siapapun dia, ketika dia mampu membantumu meniti jalan ke syurga maka itulah jodoh terbaikmu.
Previous
Next Post »