Pantai Punya Cerita

Pantai Punya Cerita
Hai sobat Afra sekalian dimana pun berada, baik yang masih di Bumi maupun yang sedang di alam mimpi, apa kabarnya pagi ini? Minggu adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh sebahagian besar orang di jagad raya ini. kenapa? because of libuuuurrrr.....

Siapa sich yang gak suka libur? ada, pasti ada, yaitu mereka yang tidak pernah punya kerja. gimana mau libur coba? wong kerja nya juga gak. jadi, setiap hari ya libur. hehehe... Bagi mereka yang merasakan sekali makna dari hari libur tentu punya cerita sendiri di setiap pekannya.

hari ini, saat ini, di saat saya sedang menyapa sobat sekalian, saya sedang berada di Pantai. menikmati hawa laut pagi-pagi sekali seperti ini punya romansa yang luar biasa. jika pada hari-hari lain (mungkin) pantai sepi di pagi buta, maka hari ini pantai ramai sekali. hiruk pikuk oleh suara anak-anak yang berenang dan berlarian ke sana kemari.

mesin boat bebek pun tak mau kalah memecah sunyi, bersaing dengan deburan ombak yang membuat peselancar gembira tak terkira. Cafe-cafe pinggir pantai pun sudah buka sejak sebelum saya datang. mereka seolah berlomba mengais rezeki dari setiap pengunjung yang hadir. Jangan tanya harganya, karena sepiring mie instan di sini pada hari ini bisa mengalahkan harga Roti Boy di Bandara. wajar lah hari minggu, hari libur, hari bebas, hari dimana semua orang bebas mau melakukan apa saja termasuk menaikkan harga sesukanya.

di sudut yang lain, remaja-remaja belia sedang memadu kasih, jika di madu oleh kekasih mereka pasti keberatan. hehehe...,, Ini merupakan bentuk kebebasan lainnya di hari libur. Remaja-remaja itu tanpa malu-malu dan tanpa sungkan-sungkan duduk berduaan sambil pegangan tangan bahkan ada yang sampai berani berpelukan.

kacang-kacang..,, permen dan Aquaaaa....,, suara pedagang asongan mengalihkan perhatianku dari sepasang remaja yang sedang merasa dunia milik berdua. kasihan, iba dan juga bangga ketika kulihat pedagang asongan itu masih anak-anak yang kutaksir usianya sekitar 10 atau 12an tahun. Kasihan dan iba, di usia semuda itu ia harus berjuang mencari sesuap nasi di saat anak-anak lain seusianya dengan mudah tampung tangan pada orang tua untuk uang jajan. Bangga, di saat teman-teman sebaya bermain bergembira, ia (si pedagang asongan) ini malah berjalan jauh untuk membantu ekonomi keluarga.

eh, tanpa sengaja pandanganku tertuju pada sesosok gadis manis yang termenung sendiri di bibir pantai. Tatapannya seperti kosong dan tangannya memengang ranting kayu kecil untuk menggoreskan sebuah tulisan di pantai, tak lama setelah itu tulisannya hilang disapu ombak dan dia kembali menuliskannya, hilang lagi dan dituliskan kembali. gak jelas apa yang ditulis, karena dari tempatku duduk tak memungkinkan untuk melihat jelas tulisannya karena aku lupa bawa mikroskop tadi. hehe..,, kesimpulanku, sepertinya si gadis itu sedang putus cinta.

Pantai selalu punya cerita. baik itu tawa bahagia maupun tangisan duka. setiap hari kita akan merasakan nuansa yang berbeda meskipun di pantai yang sama. aku senang menikmatinya dan itu juga yang selalu menarikku untuk selalu ke pantai, karena pantai selalu punya cerita antara duka, suka dan cinta yang datang silih berganti dalam hidup manusia seperti sunrise dan sunset yang akan diselingi panas terik sebentar lagi.

baiklah sobat afra yang baik hati sekalian. cukup dulu ya, saya telah memenuhi janji untuk menceritakan pantai kan? itu artinya utangku selesai, bye..bye..
Previous
Next Post »