5 Alasan Mengapa Orang Indonesia Memotret Makanan Sebelum Memakannya

5 Alasan Mengapa Orang Indonesia Memotret Makanan Sebelum Memakannya
Hai sahabat afra sekalian...,, sudah makan malam? Bagaimana rasanya, enak ataukah enak sekali? Baiklah sobat, ada yang tahu gak mengapa orang-orang suka banget fotoin makanan yang akan disantapnya?  Jika lupa foto diawal, maka makanan yang hampir habis pun boleh juga.

Lantas, Apakah hanya orang-orang Indonesia saja yang melakukannya? Saya rasa tidak, karena efek dari kecanggihan technologi tidak hanya berlaku di Indonesia saja, maka semua orang-orang di belahan bumi mana pun yang mengalami kemajuan teknologi juga melakukan hal yang sama.
Menelusuri dan mencari jawaban dari fenomena yang sempat membuat heboh para netizen ini, saya berhasil menganalisa beberapa alasan logis terkait mengapa orang-orang suka sekali memotret hidangannya sebelum dimakan. Ini dia alasannya:

1.      Dokumentasi
Setiap kegiatan akan lebih dikenang bila ada dokumentasinya. Begitulah salah satu alasan mengapa makanan yang akan di makan harus di foto terlebih dahulu. Jika tidak di foto maka setelah habis tidak akan ada lagi yang bisa dilihat setelahnya. Selain itu, dengan ada dokumentasi membuktikan bahwa kita pernah memakan makanan tersebut. Hal ini perlu dilakukan apabila kita akan menyantap makanan langka ataupun biasanya makanan yang menjadi landmark suatu wilayah atau daerah tertentu.

2.      Publikasi
Setelah adanya dokumentasi tentu diikuti dengan publikasi. Tujuan dari publikasi ini adalah untuk memberikan informasi kepada khalayak ramai. Foto hidangan itu di-share ke media-media sosial dengan tujuan memberitahukan posisi kita sedang berada dimana (jika berada di restoran/tempat makan tertentu) dan juga memberitahukan kita sedang melakukan apa serta yang pastinya sedang makan apa.

3.      Promosi
Memotret makanan dengan tujuan promosi ini biasanya dilakukan oleh si pemilik tempat makan atau si penjual makanan. Tujuan sangat jelas, untuk mengundang orang-orang agar datang mencicipi makanannya. Jika, yang memotret adalah pembeli, maka ia adalah mempromosikan dirinya sendiri bahwa ia telah makan makanan tersebut.
4.      Eksistensi
Keberadaan kita akan diakui jika kita menunjukkannya. Salah satu tujuan memotret hidangan ini adalah menunjukkan kemampuan kita yang telah berhasil menikmati makanan yang kita foto. Memotret dengan tujuan eksistensi diri ini beda tipis dengan promosi diri. Pada tahapan ini, apalagi jika terhadap makanan yang “wah” maka bisa dianggap sebagai ajang pamer.

5.      Hobby
Hobi seseorang dengan orang lainnya pasti akan berbeda. Nach, bagi yang hobi fotografi, sudah pasti tujuan utama memotret hidangan adalah karena memang itu hobinya.

Sahabat  Afra...,, anda masuk kategori yang mana? Saya yakin setiap kita pasti pernah memotret makanan dengan tujuan yang berbeda antara setiap orang. Jadi, apapun tujuan sobat semua, lakukanlah dengan hati, mudah-mudahan tidak ada yang tersakiti.

Selamat makan..,, eh..,, jangan lupa difotoin dulu ya...!!! J
Previous
Next Post »