Surat cinta: Ketika Kita Ikhlas Berbagi

Surat cinta: Ketika Kita Ikhlas Berbagi
Tangisan pertamamu mampu membuatku melupakan perihnya luka dalam sekejap saja.
Ketika untuk saat pertama ku menatap wajah teduhmu sayang,
Beradu pandang dengan tatapan tajam dari binar matamu.
Sungguh, rasanya sakit itu tak pernah ada.

Lukisan senyum terindah adalah milikmu, bahkan jauh lebih indah dari karya Leonardo Da Vinci.
Derai tawa mu senada dengan irama music saxofon kelas dunia.
Tangisanmu merupakan melodi dengan tangga nada paling sempurna yang pernah ku dengar.

Waktu berjalan cinta...
Kehadiranmu mengubah segalanya.
Aku ikhlas, jika tubuhku menua, aku rela apabila kecantikanku memudar
Bahkan, jika nyawaku pun harus pergi, itu masih tetap lebih baik dari pada harus tanpa dirimu.

Masa berlalu...,
Kata pertamamu bukan memanggilku, itu tak mengapa cinta...
Permulaan langkahmu tak pula menujuku, itu juga ku anggap biasa
Kala, kehangatan yang kau inginkan bukan juga dari pelukanku itu juga bukan masalah,
Karena bagiku, tanpa itu semua kau tetap permataku.

Saat dimana kau melambaikan tangan mu untuk kepergianku
Ku anggap itulah keikhlasanmu berbagi
Berbagi kasihku, kau terlalu belia sayang..,, tapi telah menyadari bahwa ibumu ini bukan hanya “milikmu” semata.
Aku..,, ibumu, milik dunia
Jika, dengan tanganku dapat memberikan kehangatan bagi ribuan tunas muda di luar sana
Kenapa kita harus egois hanya merangkul satu jiwa?
Jika dengan lidahku mampu menyapa jutaan raga, kenapa kita harus egois hanya memanggil satu nama?
Jika dengan hatiku mampu menyirami milyaran kuncup melati, kenapa kita harus egois hanya memberi air pada satu kuntum saja?
Bukankah begitu bidadariku?

Belahan jiwaku...
Kerelaanmu, menguatkan ku...
Semoga keihklasan kita untuk berbagi berbuah Syurga-Nya kelak.
Do’aku selalu untukmu, untuk masa depanmu dunia akhirat.
Karena ku tahu, hanya untukmu lah do’aku tanpa hijab dengan sang Rabbul Izzati.
Suatu hari nanti, aku ingin kau bangga memiliki ibu seperti diriku.

Ibumu

Banda Aceh, 05 Agustus 2015
Previous
Next Post »