Menatap Niagara dari Puncak Himalaya

Menatap Niagara dari Puncak Himalaya
Pendakian memang lelah kawan, tapi jika kau berhenti maka puncak tak pernah kau takluki.
Sepanjang perjalanan, kau akan melewati terjalnya tebing, curam jurang dan seramnya hutan serta gelapnya malam.
Kadang, binatang buas pun siap menerkam.
Dan, tak jarang pula babi hutan menghadang langkah sehingga kau harus berlari ke lembah.
Tersesat..., itu hampir pasti, namun yang paling penting ingat jalan kembali.

Petualangan juga tak mudah kawan...
Jika laut jadi tujuan maka ombak besar siap menghadang yang tak jarang badai pun ikut menghantam.
Alihkan saja ke gurun yang tak berriak,, tapi panas padang pasir bisa melepuhkan kaki hingga air mata darah menjadi lelehan keringat akibat penat yang mendera.
Atau mungkin, kau ingin santai sejenak?
Coba datangi air terjun, jika tak punya pelampung maka bersiaplah terseret arus hingga ke tepi pantai.

Pendakian akan membawamu ke puncak tertinggi, bisa jadi kau mampu menggapai Himalaya, atau adakah yang lebih tinggi?
Petualangan mengantarkanmu ke syahdunya alam, menikmati pesona niagara yang kesejukannya mampu mengantar mimpi terindah dalam tidurmu.
Pertahananmu dalam bertualang menciptakan romantika dalam memori kenangan, dan keberhasilanmu mencapai puncak menjadi sebuah cerita dalam riwayat nyata dan kau akan selalu dikenang.
Kini...,, disaat kau menatap niagara dari ribuan meter diatas permukaan laut, jangan lupa bahwa kau dari bawah dan kelak akan kembali ke bawah.
Sekarang, ketika semua mata menatapmu penuh takjub, jangan lengah karena masih ada jutaan gunung yang bahkan tak mampu kaudatangi meski hanya dengan berjalan kaki.
ketika wibawa raja bersemayam dalam dirimu, jadilah penerang bak gugusan bintang bagi nelayan yang mencari jalan pulang.
Dan.., jika hari ini kamulah sang pemenang itu, tetap lah menjadi oase bagi petualang lain yang sedang mengarungi gersangnya padang tandus.


Previous
Next Post »