semangat menjadikan kamu terhormat




Belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Tidak ada kata terlambat selama kita masih punya tekad yang kuat. Jika tempat yang sekarang dirasa kurang bisa menjadi pelecut semangat maka bertukar tempat lah atau berhijrah. Jangan pernah takut meninggalkan kampung halaman. Imam syafi'i pernah menuliskan beberapa perumpamaan yang indah, "air akan bening dan layak minum jika ia mengalir, singa akan memperoleh mangsa jika ia meninggalkan sarangnya, anak panah akan mencapai sasaran apabila ia meninggalkan busurnya.” Nach, manusia pun demikian, maka berhijrahlah..., niscaya kamu akan merasakan manisnya hidup.

Rasulullah menegaskan: “tuntutlah Ilmu walaupun ke negeri China”. Yang jauh memang tak selalu indah dan yang dekat juga tak selalu ramah. Keduanya punya sisi positif dan negatif masing-masing, tergantung dari sudut mana kita memandangnya dan bagaimana cara kita menyikapinya.

Orang besar biasanya adalah mereka yang berani meninggalkan zona nyaman. Ibnu Batutah tidak akan tahu ada sebuah perkampungan Muslim di Ujung Sumatera (kerajaan Peureulak, Aceh) apabila ia tidak pernah meninggalkan kampung halamannya. Marcopolo tidak akan pernah tercatat sejarah apabila ia tidak berani menghempas lautan ganas.

Kampung halaman adalah tempat kembali. Untuk menunjukkan bahwa kita telah mampu menaklukkan dunia. Seperti pepatah populer “Experience is the best teacher”. Pengalaman baru tak akan didapat tanpa perjalanan.

Selama ini kita hidup dalam rutinitas zona nyaman, sehingga kita enggan untuk keluar darinya, kita terkurung di dalamnya yang pada akhirnya kita tidak pernah menjadi apa-apa atau siapa-siapa. Jadi, kemasi barangmu sekarang, bulatkan tekad, mantapkan semangat, tak ada kata terlamat untuk memulai, tak ada jarak yang menjadi penghambat, selama niat masih dikandung hayat. Bersegeralah, wujudkan mimpimu, taklukkan dunia.
Previous
Next Post »