Cumulus Nimbus vs. Si Cantik Mulus

Saya bosan...., bosan sangat... sangat bosan. Boring, jenuh adalah sinonim dari kata bosan. Pikiran ntah kmana melayang-layang,, menembus angkasa, terbang diantara awan-awan, eh, bukan awan cumulus nimbus ya... hehehe...,, awan biasa aja, karena kalau cumulus nimbus takutnya jatuh ntar. Apanya yg jatuh? Ya pesawat donk, kan pesawat air asia jatuh disinyalir karena awan cumulus nimbus itu. Iya kan??? Pada update kan smuanya???

Berbicara tentang awan cumulus nimbus ini, ternyata Allah sudah mengingatkan kita dalam Qs. An-Nur ayat 43, Allah menjelaskan tentang Awan yang ciri-cirinya seperti cumulus nimbus, yaitu “tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, Maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, Maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.”

Hmm..,, teman-teman tau ga? Ketika saya menulis cumulus nimbus ini, saya jadi teringat para pramugari pesawat. Apa hubungannya ya? Ada donk, kan pramugari bekerja di pesawat dan awan cumulus nimbus ini penyebab pesawat jatuh, jadi jelas antara pramugari dan awan ini mempunyai hubungan yang sangat spesial, ya semacam hubungan tanpa status mungkin.

Kembali ke pramugari, kita semua pasti tau kan bagaimana penampilan mereka? Tau donk pastinya, rok mini yang menampakkan betis mulusnya (maaf, kalau kata-kata ini kurang sopan) dan meski ada juga maskapai penerbangan yang pramugarinya memakai rok panjang sampai mata kaki, tetapi bagian belakangnya terbuka sampai paha. Aduuhh..,,, sekali lagi maaf, kalau kata-kata saya ini masih kurang etis.

Kemaksiatan kepada Allah, jelas merupakan salah satu faktor penyebab musibah itu. Banyak sekali ayat-ayat Allah yang menceritakan bencana-bencana yang terjadi pada kaum-kaum terdahulu akibat kemaksiatan ataupun kekufuran mereka kepada Allah. Qs. Ar-ruum ayat 41, Qs. Asy-Syura ayat 30 dan Qs. An-Nisa ayat 79, serta Qs. Al-Ankabut ayat 40. Inti dari keempat ayat ini adalah setiap musibah yang terjadi atas manusia di muka bumi ini adalah akibat dari ulah manusia itu sendiri dikarenakan kemaksiatan manusia terhadap perintah-perintah Allah.

Selanjutnya, Dalam Qs. An-Nur ayat 31 Allah berfirman: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka Menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah Menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak- budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, Hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Saya rasa teman-teman sudah mulai pahamkan maksud saya tentang hubungan yang terjadi antara pramugari dengan awan cumulus nimbus tadi? Ayat 31 surat An-nur yang sudah saya tuliskan diatas merupakan perintah Allah kepada muslimah untuk menutup aurat, melanggarnya adalah suatu kemaksiatan dan kemaksiatan mengundang bencana atau musibah.

Maaf, apabila tulisan saya ini terkesan menyudutkan pramugari. Saya hanya melihat penyebab jatuhnya pesawat ini dari sudut pandang yang berbeda. Bukankah setiap orang bebas untuk punya pandangan masing-masing terhadap sesuatu hal, seperti yang sudah saya katakan pada tulisan saya sebelum ini.

Saya rasa, tulisan ini kita akhiri saja ya...,, soalnya udah mau maghrib ne, mari jalankan perintah Allah. Shalat itu tiang agama sabda Rasulullah dalam haditsnya. Kalau kita mau Islam ini tegak, maka shalatlah bukan saling hujat. Hehe (masih ingatkan tulisan saya sebelum ini).
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments