keberhasilan kita

Saat saya menulis cerita ini saya sedang dalam perjalanan dari Sabang menuju Banda Aceh. Perjalanan ini memang bukan perjalanan pertama seperti saat saya ke takengon dulu, ini adalah perjalanan yang sudah biasa kalau tidak mau dikatakan sering. Untuk informasi sering itu adalah suatu keadaan dimana kita tidak sedang basah. Ya iyalah saya gak basah, soalnya saya ke banda acehnya gak berenang. Rencana awal sich pengennya berenang, tapi ternyata para ikan pada protes, karena mereka takut kalah kalo lomba renang dengan saya, secara kan saya adalah juara lomba berenang sejagad raya dengan gaya andalan saya adalah gaya batu. Gaya batu ini adalah sebuah gaya yang ditemukan pada zaman batu, kira-kira beberapa tahun setelah saya dilahirkan.

Okey,, untuk lebih jelasnya sedikit saya gambarkan kondisi zaman batu itu, karena saya yakin anda semua belum lahir waktu itu. Zaman batu adalah zaman dimana semua kebutuhan manusia di penuhi dengan batu. Sampai sekarang kita masih bisa menikmati peninggalan dari zaman batu, diantaranya batu giok, batu permata, batu gunung, dan lain-lain, dan salah satu yang paling terkenal dan dibutuhkan oleh semua manusia adalah batu nisan.

Sejujurnya disini saya sedang tidak ingin membahas zaman batu, kenapa? Karena setiap kali saya membahasnya, maka sungguh air mata ini tak sanggup lagi untuk ditahan, terlalu banyak kenangan yang tertinggal disana. Kenangan akan batu-batu tercinta yang sekarang sudah pada dijadikan bangunan oleh manusia-manusia yang sangat bertanggung jawab terhadap keluarganya. Sungguh tragis nasib bebatuan itu...,, saya disini hanya bisa berdo’a semoga bebatuan itu ikhlas menerima nasibnya terperangkap dalam dera nestapa. Nach lo..,, pertanyaannya sekarang adalah, emangnya batu juga punya perasaan??? Tolong cari jawabannya ya, lengkap dengan referensi yang tidak akurat. Saya tunggu jawaban anda 2x24 jam di pos siskamling terdekat. Kenapa harus di pos siskamling? Ah sudah lah, anda terlalu banyak bertanya teman. Sekali lagi saya ingatkan, ini bukan lah pembahasan kita kali ini.

Sebenarnya saya ingin menceritakan sesuatu yang sangat penting, tapi tolong di rahasiakan ya, karena saya gak mau orang lain tau. Saya percaya anda, dan cerita ini saya bagi hanya dengan anda. Loh, koq saya jadi baku gini ya, kayak bahan baku yang gak laku dijual di toko kelontong yang sudah hampir bangkrut karena keseringan buka tanpa tutup. Apa hubungannya? Ntah lah, saya gak mau ambil pusing tentang itu. Yang penting itu toko tidak jadi bangkkrut karena ternyata habis terbakar gara-gara hujan salju turun terus menerus. Aneh kan? Koq bisa hujan salju membakar sebuah toko? Itulah dia, ini 2014 teman, tahun dimana semua keanehan menjadi biasa.

Keanehan lainnya yang barusan saya baca adalah tentang salah satu pembahasan pada buku paket "Pendidikan Jasmani Olahraga & Kesehatan" yg dikeluarkan pemerintah untuk SMU kelas XI kurikulum 2013. Di halaman 129 buku tsb menampilkan materi seputar berpacaran yang sehat. Nach loe... L saya heran, tidak tahu dengan kamu semua, ikutan heran dengan saya atau malah senang bukan kepalang akan hal ini, itu urusan loe.

Keheranan saya bertambah, bagaimana bisa buku ini beredar? Sudah sedemikian parah kah pendidikan negeri pemilik gunung emas terbesar di dunia ini? Bicara masalah gunung emas, maka itu adalah topic terindah lainnya yang akan segera kita tuntaskan pada tulisan selanjutnya. Karena saya tidak ingin mencampur aduk nya disini, terlalu riskan untuk itu, karena apabila semua dicampur, maka saya harus melayani para pembeli es campur, mulai dari tukang becak yang sering mangkal di terminal sampai dengan pejabat teras yang ngakunya lulusan akademi korupsi tapi belum pernah berhasil mengkorup hati saya. Padahal kalo mereka tau, hati saya ini sangat berharga,, hanya saja mereka tidak sadar, karena ketika kuliah dulu mereka tidak pernah serius. Dasar bedebah yang suka makan lenah dari negeri antah berantah.

Back to our topic. Tema pacaran di bahas dalam buku Penjaskes, itu artinya pacaran adalah dianggap sebuah olahraga. Setelah saya pikir-pikir mungkin ada benarnya juga, pacaran adalah sejenis permainan petak umpet dengan para Malaikat pencatat dosa. Bisa emangnya petak umpet sama mereka? Tanyakan saja pada angin gurun yang menerbangkan ribuan pasir untuk kemudian menghibahkankan nya pada gurun tanpa oase. Ceilehh,, koq saya jadi puitis gini ya. Gedubraakkk..... heheehehe

Kemudian pikiran saya menerawang, dari pada mengajari para anak SMA itu pacaran, bagaimana kalau kita ajari mereka ikut pacuan kuda? Atau..,, bagaimana kalau kita suruh mereka ikut formula one, siapa tahu mereka bisa kecelakaan dan gak jadi pacaran kan??? Keren kan ide saya? Saya emg selalu penuh kejutan dan punya ide-ide segar yang jarang di pikirkan oleh orang lain. Begitulah saya, anugerah lainnya selain anugerah-anugerah lain yang Allah titipkan di rahim saya. Saya merasa saya mulai lain. Apakah saya sedang di dunia lain? Baiklah lain kali kita bicarakan hal lain, sehingga tidak membuat yang lain bingung. Hadeuuhhh...

Kembali ke pembahasan awal,, saya sedang dikapal, dan melihat beberapa pasangan sedang pacaran, apakah itu hasil yang sangat efektif dari buku penjaskes tersebut? Kalo iya, maka saya harus ucapkan selamat kepada tim pengarang buku dan semua pihak yang terlibat didalamnya. Sekali lagi selamat,,, pendidikan yang anda ajarkan berhasil. Sungguh luar biasa sehingga saya harus bilang wooww sambil lompat-lompat gaya kodok di zaman batu. Nach kan, sangking kangennya saya harus menyebutkan zaman batu berulang-ulang, maafkan saya, apalagi ini masih dalam suasana lebaran, jadi sudah pasti anda harus memaafkan saya. Dan saya pun telah memaafkan semua kesalahan anda-anda semua sebelum anda meminta maaf, maklum sajalah saya emang seorang gadis rupawan yang cantik jelita bak ratu dari negeri dongeng, yang suka mecahin kaca ketika bercermin. Itulah saya...

Wah tak terasa, saya sudah sampai ke banda Aceh,, saya harus turun. Turun dari semua kegilaan ini, (gak ada orang gila yang tahu kalau dirinya gila) jadi,, ini bukanlah suatu kegilaan yang normal. Anda tak perlu memikirkan itu, biarkan menteri pendidikan yang memikirkan itu, atau mungkin anda mau mencalonkan diri untuk menjadi menteri pendidikan Nasional pada kabinet jokowi? Silahkan saja, saya bangga kalau anda bisa.

Wassalam dan sampaikan salam saya pada semua pihak yang berwenang dan berkuasa atas keberhasilan ini. Sekali lagi selamat. Selamat dan selamat. Love u all...

Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments