Beranjak pergi


Sekeping waktu telah berlalu
tak pergi walau sudah beranjak pergi
maka taqdir ini kusudahi walau tak kudustai...
karena waktu tak dimiliki oleh siapapun

ketika malam berlalu dan merajai sepi
maka hanya tulisan bernoda air mata yang membungkam semua mimpi
ingin ku menghindar namun sayapku telah patah
hingga dinginnya malam menjadi pembunuh jiwa yang tak terkalahkan

wahai hujan yang melukai hati
kepiluan menyapa di antara wangi rerumputan basah
tak terurai di lembaran pelangi
dan ditangisi oleh jutaan kelopak melati

namun apa daya saat rasa sesak di dada memuncak 
menikam di bagian terdalam tanpa jeda
hingga bagian mentari mana yang tak tertutup awan mendung
baiklah..biarkan mentari terbenam agar bintang dan rembulan bisa segera berpijar benderang

Banda Aceh 
Dedaunan basah 29 oktober 2014.

Previous
Next Post »