Masih Seperti Kemarin

seperti kemarin....
gerimis belum juga menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir
seperti kemarin...
basahnya pucuk dedaunan masih saja membawa aroma khas yang sulit didefinisikan
masih seperti kemarin...
kertas-kertas putih itu kian bertambah pekat warnanya
mengharap ada satu goresan tinta yang mengukirnya, hingga kehadirannya tak hanya sebagai pelengkap syahdu
masih seperti kemarin...
lembarannya tak bisa terbaca, terbang terbawa angin musim gugur
basah oleh rintihan sang gerimis malam
masih seperti kemarin...
wewangian sepi tak mampu mengusir segala rasa itu
dan masih saja seperti kemarin sampai saat ini...
kertas-kertas itu bertambah buram dan semakin buram, sementara sang gerimis belum juga berhenti hingga dedaunan tak mampu lagi menangkap asa dari rintihan itu...

namun, hari ini masih saja seperti kemarin...
Previous
Next Post »