Hujan

Malam telah melarutkan begitu banyak mimpi
dan ketika taqdir harus melewati tiap tiap detik waktu
maka sebuah kisah akan sulit terlupakan
seperti sebuah nama yang terukir di kebeningan hati

mungkin padang rerumputan terkadang menghilang
setelah badai gurun pasir menguburnya
seperti sebuah janji yang terlambat terucapkan
kemudian membakar helai demi helai sayap-sayap kekasih

tak terkira jika mimpi berkubur malam
tatkala cinta hadir di detik demi detik yang rancu
kemudian ombak laut menyapa sesaat dan kemudian menjadi badai
lantas tinggalah harapan yang tak kunjung sampai

maka sepi menjadi termenung
disudut sudut hujan yang membasahi tiap tiap jalanan sunyi
dan dinginnya melaknat sepi
terus menanti apa yang tak pernah hadir disisi

tapi tak apalah wahai rerumputan malang
setidaknya hujan mengaburkan air mata
walau membawa berjuta rindu menerkam dan mencekam jiwa
tapi sadarilah waktu tak berada pada saat yang tepat untuk bersama

biarlah berharap rerumputan kembali tumbuh 
walau tak berada di taman berbunga ini
untuk itu malam telah melantunkan jutaan doa
untuk dua kata....selamat tinggal.
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments